LPMI
LPMI adalah pengelola pusat aplikasi. Peran ini menyiapkan master data, melihat data seluruh unit, melakukan audit, dan menyusun jadwal audit.
Panduan ini disusun dari userguide.txt lalu diubah menjadi halaman web interaktif agar pengguna awam bisa lebih cepat memahami role, menu, workflow, relasi data, dan langkah penggunaan SIPM sehari-hari.
SIPM memiliki tiga peran utama. Klik peran di bawah untuk melihat tugas dan akses yang paling relevan.
LPMI adalah pengelola pusat aplikasi. Peran ini menyiapkan master data, melihat data seluruh unit, melakukan audit, dan menyusun jadwal audit.
LPMI tidak mengisi target atau capaian untuk unit. LPMI bekerja sebagai pengatur sistem, pemantau data, dan auditor.
Di balik layar, role teknisnya memakai istilah prodi. Secara bisnis, role ini dipakai untuk Unit Pengelola yang mengisi data mutu milik unitnya sendiri.
Satu user unit hanya terhubung ke satu Unit Pengelola. Data unit lain tidak dapat dilihat atau diubah.
Auditor memeriksa target, capaian, dan dokumen dari unit yang memang dipetakan kepadanya, lalu menyimpan hasil audit dan rekomendasi.
Satu auditor dapat dipetakan ke beberapa Unit Pengelola, tetapi tetap hanya bisa mengaudit unit yang diberikan kepadanya.
Masuk ke SIPM selalu dimulai dengan memilih peran yang benar. Role yang salah dapat membuat login gagal walaupun akun dan password terasa benar.
LPMI, Unit Pengelola, atau Auditor.Daftar berikut membantu pengguna memahami fungsi tiap menu tanpa harus menebak-nebak istilah teknis yang dipakai aplikasi.
Menampilkan ringkasan kondisi aplikasi, seperti audit aktif, indikator terisi, capaian, dan jadwal audit. Isi dashboard menyesuaikan peran pengguna.
Khusus LPMI. Digunakan untuk mengelola jenis kriteria, daftar kriteria, dan mapping jenis kriteria aktif pada tiap Unit Pengelola.
Khusus LPMI. Digunakan untuk menambah unit, mengelola user unit, mengelola auditor, dan mapping auditor ke unit terkait.
Diisi oleh Unit Pengelola sebagai dasar mutu. LPMI dan Auditor dapat melihatnya. Standar tidak bisa dihapus jika sudah memiliki indikator.
Diisi berdasarkan standar. Memuat indikator, satuan, sub-kriteria, dan tipe IKU atau IKT. Indikator tidak bisa dihapus jika sudah punya target.
Hanya untuk Unit Pengelola. Menyimpan target per indikator per tahun. Jika tahun yang sama diisi lagi, data lama diperbarui.
Hanya untuk Unit Pengelola. Menyimpan realisasi, kesesuaian, akar masalah, tindak lanjut, faktor pendorong, dan bukti dokumen.
Dipakai LPMI dan Auditor untuk memeriksa target, capaian, dan eviden per indikator per tahun, lalu menyimpan status audit dan rekomendasi.
Jadwal Audit dikelola oleh LPMI. Ganti Password dapat dipakai semua role untuk mengganti password sendiri.
Urutan kerja ini paling aman diikuti agar data tidak terlewat dan proses audit berjalan rapi dari awal sampai akhir.
Status berikut sering muncul saat pengisian capaian, audit, dan penyusunan jadwal audit.
Status ini menempel pada data capaian yang diisi Unit Pengelola.
Status ini muncul pada catatan audit per indikator.
Dipakai untuk menandai apakah jadwal masih aktif ditampilkan pada dashboard.
Bagian ini membantu pengguna non-teknis memahami hubungan antar data tanpa harus membaca struktur database.
Gunakan bagian ini sebagai kamus singkat saat membaca menu atau laporan di aplikasi.
Bagian ini merangkum hal-hal yang paling sering membuat pengguna kebingungan saat memakai SIPM.
Role yang salah dapat membuat login gagal walaupun akun dan password sudah benar.
Pada beberapa menu, data baru tampil setelah unit dipilih. Ini paling sering terjadi saat dipakai LPMI atau Auditor.
Standar tidak bisa dihapus jika sudah punya indikator. Indikator tidak bisa dihapus jika sudah punya target.
Setelah capaian diubah dan disimpan, status audit otomatis kembali menjadi belum diaudit.
Password yang di-reset oleh admin akan kembali menjadi username pengguna tersebut.
Preview di browser biasanya paling nyaman untuk PDF dan gambar.
Contoh berikut membantu Anda membayangkan penggunaan SIPM dalam kegiatan nyata.
LPMI menambah Unit Pengelola, menambah user unit, menambah auditor, memetakan auditor ke unit terkait, menetapkan jenis kriteria, lalu membuat jadwal audit tahun berjalan.
Unit mengisi standar, menyusun indikator, menambahkan target 2026, lalu memasukkan capaian dan unggahan bukti dalam bentuk PDF, Excel, atau tautan.
Auditor memilih unit dan tahun audit, membaca target, capaian, dan bukti, lalu mengisi kesesuaian, status, dan rekomendasi pada hasil audit.
Unit melihat indikator berstatus tidak sesuai, membaca rekomendasi, memperbaiki capaian, menambah eviden, lalu menunggu audit ulang.
Beberapa perilaku SIPM mungkin terasa berbeda dari aplikasi modern lain. Bagian ini menjelaskan alasannya.
Sistem masih mendukung format password lama, sehingga keamanan internalnya belum seideal aplikasi modern penuh.
Istilah seperti prodi atau klausul_iso_id masih muncul di balik layar walaupun secara bisnis maknanya sudah berubah.
Untuk role LPMI dan Auditor, banyak data ditampilkan setelah Unit Pengelola dipilih lebih dulu.
login, audit, target, atau unit.